Hello there,
Sebelumnya kami dari FALSE Management ingin mengucapkan Selamat Hari Lebaran, Mohon Maaf Lahir Batin.
Isu pertama dari FALSE Channel adalah pemanasan global alias global warming. Sebuah masalah besar yang telah mengglobal dan mendapatkan perhatian serius dari berbagai belahan bumi. Masalah yang menyebabkan terjadinya rantai rantai masalah dan bencana yang lain, seperti kekeringan, kelaparan, banjir, badai tropis, meningkatnya muka air laut, mencairnya salju di Puncak Jaya, mencairnya es di kutub, dll.
Sepintas berbagai masalah diatas bukanlah sebuah hal besar bagi kita, penduduk negara dunia ketiga bernama Indonesia, yang telah terlelahkan dengan berbagai permasalahan ekonomi, dan sosial politik lainnya.
Sepintas lalu, pemanasan global hanyalah menjadi sebuah isu eksotis populer bagi sebagian produsen program acara stasiun televisi dan hiburan, bahkan telah menjadi sebuah isu yang mendasari pembuatan komoditi otomotif yang konon ramah lingkungan. Bahkan sosialisasi besar besaran yang dilakukan berbagai pihak mulai dari aparat hingga para aktifis lingkungan hidup, agaknya hanyalah menjadi sebuah dengungan kabur yang tersamarkan tiupan angin musim gugur.
Ya, isu lingkungan hidup bernama pemanasan global nampaknya memang bukan isu penting dalam kehidupan masyarakat kita, terkalahkan oleh permasalahan busway, transportasi lebaran, kebutuhan pangan sehari hari, bencana gempa, kriminalitas yang tiada habisnya, brutalitas FPI dan kroni kroninya di berbagai daerah, bahkan hingga masalah putus cinta anak remaja, dll. Dan mungkin hal ini pula yang menjadi salah satu sebab, mengapa sangat sedikit kreator video yang berminat mengkontribusikan karya videonya dalam FALSE Channel #1 – Global Warming, selain fakta bahwa kompilasi ini bukanlah sebuah hal prestisius layaknya festival video berskala nasional ataupun internasional yang akan mendongkrak karir berkesenian para kreatornya.
Karya karya dalam kompilasi ini, memang belumlah sepadan untuk mengakomodir segenap hal dalam isu pemanasan global. Namun sebagai sebuah langkah awal untuk mengakomodir praktik berkesenian para seniman video, merupakan sebuah starting point yang lebih dari cukup. Bahkan lebih jauh lagi sebagai sebuah media audio visual yang menampung pemikiran segenap individu mengenai berbagai permasalahan sosio kultural di sekitar kita, FALSE Channel telah mendapatkan sambutan awal yang cukup baik, di mata sebagian kreator video, maupun dari publik awam yang menyatakan antusiasme mereka melalui berbagai forum dunia maya dan surat elektronik, walaupun tidak sedikit pula individu yang meragukannya.
Kembali lagi kepada permasalahan pemanasan global yang menjadi isu awal kompilasi FALSE Channel. Karya karya dalam FALSE Channel #1 ini mungkin tidak akan pernah menyelesaikan permasalahan bernama pemanasan global. Namun tetap menjadi sebuah harapan bahwa karya karya ini mampu menginspirasi publik untuk berbuat sesuatu yang lebih nyata dalam kehidupan guna mencegah terjadinya dampak yang lebih buruk lagi dari pemanasan global. Berbuat sesuatu dimulai dari hal hal kecil seperti mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak diperlukan, ataupun menanam tanaman di kebun rumah kita, sebagai sebuah kepedulian terhadap bumi ini yang telah memberikan kehidupan yang indah kepada segenap umat manusia. Sebelum permasalahan pemanasan global hanyalah menjadi sebuah catatan statistik masalah semata dalam sejarah besar kesalahan umat manusia. Semoga ...
We live on a beautiful planet, but the state of it’s health will be the deciding factor in our own health and longevity. We seem to forget that the earth is a living organism and that when it dies, we die. As we watch our climate change radically, it is imperative that we change the way we treat our planet.
[Sheryl Crow, musician, California]