Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

This is The FALSE Site of FALSE Management

Mungkin tidak banyak yang memahami akan sebuah hal bernama global warming. Mungkin juga banyak yang mengira bahwa global warming hanya perlu dipahami sebagai sebuah perubahan cuaca, pasang air laut dalam durasi sesaat yang jauh dari problematika kehidupan sehari hari kita di Indonesia. Mungkin juga global warming hanyalah sebuah istilah asing yang tidak perlu dipusingkan lebih lanjut seiring makin banyaknya beban kehidupan di negara ketiga bernama Indonesia.


Namun, apabila kita mencoba meluangkan waktu sejenak, beristirahat dari segala urusan pragmatis kita, dan mencoba melongok kepada alam di sekitar kita. Akan banyak sekali didapati kenyataan langsung sebagai dampak negatif dari global warming atau pemanasan global ini. Simak saja kepada segenap fakta dibawah ini.


Perubahan cuaca yang tidak menentu, badai puting beliung di berbagai tempat, banjir akibat badai, pergeseran waktu musim kemarau dan musim hujan, bencana air laut pasang di berbagai pesisir pantai pulau Jawa. Itu hanyalah fakta fakta besar yang terdeteksi. Bagaimana dengan fakta fakta detail lainnya. Maka boleh dikata jawabannya sangat banyak sekali. Peningkatan suhu yang terjadi semenjak 1980 hingga sekarang yaitu 0,17 C di Sumatera Utara dan 0,87 C di Denpasar selama per tahunnya. Kemudian lagi hilangnya satu satunya dataran bersalju di Indonesia yaitu di Puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya, Propinsi Papua pada tahun 2002. Bahkan penelitian lain dari Institut Teknologi Bandung menunjukkan naiknya muka air laut Teluk Jakarta sebanyak 0,8 cm per tahun, serta kemungkinan hilangnya sekitar 2000 gugusan pulau pulau kecil terluar di wilayah perairan lepas Indonesia pada kurun waktu 30 tahun mendatang.


Itu adalah sebagian kecil dari akibat akibat langsung pemanasan global terhadap keadaan alam dan lingkungan hidup di negara kita. Belum dampak dampak tidak langsungnya, seperti masalah bencana kelaparan, perebutan air bersih, perebutan udara bersih, limbah rumah tangga, tata ruang kota, dll. Itu adalah dampaknya, bahkan apabila kita mencoba melihat kepada penyebabnya, maka kita pantas malu. Menurut laporan LSM Wahana Lingkungan Hidup [WALHI], negara kita pantas malu karena menyandang predikat negara terbesar ke 3 penyumbang emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari kebakaran hutan, penggundulan hutan alam dan hutan kota, serta pembakaran lahan gambut. Jika kita tidak melakukan sesuatu mulai dari sekarang, niscaya 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan di Kalimantan akan habis, 15 hingga 20 tahun lagi seluruh hutan dan satwa liar di Indonesia akan tidak bersisa. Disaat itu kita akan sangat susah mendapatkan udara bersih. Bahkan jika kita tetap boros energi boleh jadi bumi akan sepanas planet Mars [siapa bilang planet Mars itu cool ???]. Selain itu 30 hingga 50 tahun mendatang, niscaya tidak akan ada satupun makhluk hidup yang masih bertahan, termasuk anak anak kita nanti.


One Earth, One Problem & One World Order. This Is Global Warming !!! Do Something Cool Starts From Today !!!

Submit your video on FALSE Channel !!!


“We can't think about global warming as some far-away problem of melting polar ice caps, rising sea-levels, and distant hurricanes in remote places. It is OUR problem here in Los Angeles. This is a global problem with severe local repercussions. The time to act is NOW.”

--- Antonio R. Villaraigosa - Mayor, Los Angeles

We live on a beautiful planet, but the state of its health will be the deciding factor in our own health and longevity. We seem to forget that the earth is a living organism and that when it dies, we die. As we watch our climate change radically, it is imperative that we change the way we treat our planet.

--- Sheryl Crow – Musician, California


Add a Comment